Cara simpel mengalihkan pengunjung yang menggunakan IE6

Posted on October 17th, 2009 by Rio

Browser Internet Explorer versi 6 sudah sangat tua dan kurang mampu merender halaman website pada umumnya terutama website yang menggunakan teknologi terbaru Web Standard. Teknologi terus berkembang, maka sudah saatnya kita menggunakan teknologi baru yang dapat lebih memudahkan kita dengan menggunakan browser versi terbaru atau browser lain yang lebih baik.

Jika kita mengikuti perkembangan teknologi di dunia web browser maka sudah sepantasnya website yang kita buat menggunakan teknologi terbaru juga sehingga fitur-fitur baru bisa kita manfaatkan dan menciptakan nuansa browsing yang lebih nyaman.

Dahulu ketika IE6 masih diperhitungkan banyak kalangan, para web developer memanfaatkan Conditional Comments untuk memperbaiki keanehan tampilan yang dibuat IE6 dengan membuat CSS khusus.

Lalu yang menjadi permasalahan bagaimana agar pengunjung website kita yang masih menggunakan IE6 bisa kita block atau dialihkan ke halaman berisi link untuk mendownload browser yang lebih baik? Berikut caranya:

<!--[if IE 6]><meta content-type="refresh" content="0;url=http://abetterbrowser.org/" /><![endif]-->

Taruh baris kode ini di antara tag head. Dengan begitu pengunjung yang menggunakan IE6 akan dialihkan ke http://abetterbrowser.org/ :]

Konsep Cascade pada CSS Reset

Posted on August 11th, 2009 by Rio

Cascading pada CSS berarti menimpa styling sebelumnya.  Dalam men-styling halaman web, kita sebenarnya menimpa style bawaan browser. Sehingga style yang digunakan oleh halaman web adalah styling yang  menimpa style sebelumnya.

Style bawaan browser → Style bawaan web

Jika kita ingin men-styling (baca: menimpa) style bawaan browser Firefox maka kita perlu tahu style apa yang ingin kita timpa. Style bawaan Firefox dapat dilihat di html.css yang dapat ditemukan di folder instalasinya atau ketik alamat resource://gre/res/html.css pada url bar Firefox kemudian tekan enter untuk menampilkannya. Untuk mengetahui style bawaan pada browser lainnya, silakan mencari sendiri pada folder instalasi browser yang dimaksud :]

Agar tampilan web kita sama di beberapa browser, kita harus tahu styling default browser yang ingin kita timpa sehingga memiliki styling sesuai dengan yang kita inginkan. Menyamakan styling di setiap browser dikenal dengan CSS Reset. Dengan menyamakan styling default untuk tiap browser maka selanjutnya kita dapat menstyling dengan lebih aman sehingga tanpa perlu mengalami mengurangi perbedaan  posisi elemen di beberapa browser.

Terdapat beberapa jenis CSS Reset yang melingkupi Tipografi, Whitespace, Margin dan Padding. Namun perlu dipahami juga, kita tidak perlu menggunakan CSS Reset buatan orang lain karena setiap website yang kita styling memiliki karakteristik unik sehingga penggunaan Reset pun dapat disesuikan dengan style website yang sedang kita tangani. Untuk lebih memahami cara kerja CSS Reset dan elemen apa saja yang harus direset kita harus membahasnya pada postingan khusus yang akan dibahas pada kesempatan lain :P

Proses Kerja CSS Design

Posted on July 28th, 2009 by Rio

Setelah memahami ruang lingkup pekerjaan CSS Design, maka kali ini kita akan menelusuri proses development sebuah website yang dimulai dari Menslicing dan Optimalisasi image, Menginspeksi Struktur Layout dan Snippets, Membuat Style untuk Layout dan Struktur Konten, Spesifik Styling, Usability Testing, SEO, Cross Browsing hingga Templating.

Slicing dan Optimalisasi Image

Desain mockup dari sang Desainer Grafis akan kita potong-potong sesuai kebutuhan dan mengkompresinya menjadi 72-85 dpi dengan format (png, jpg atau gif) disesuaikan dengan kebutuhan. Apabila memungkinkan diterapkan Image Sprite maka penentuan ukuran serta positioning menjadi satu buah image diperlukan sehingga memudahkan pengaturan posisi melalui CSS.

Struktur Layout dan Snippets

Dalam membuat struktur layout kita dapat dibantu dengan Wireframe yang sebelumnya dibuat oleh sang Desainer Grafis dalam pembuatan mockup desain. Melalui wireframe ini kita dapat menentukan layout yang akan kita buat dan menentukan elemen-elemen apa saja yang memiliki kesamaan bentuk di setiap halaman yang kemudian akan kita jadikan Snippet.

Styling Layout dan Konten

Layout merupakan struktur yang membungkus konten. Dalam menstyling struktur layout sangat disarankan untuk tidak mempengaruhi styling konten sehingga tidak terjadi overiding style. Dengan demikian styling konten hanya mempengaruhi formatting konten dan tidak mempengaruhi styling layout, begitu juga sebaliknya.

Spesifik Styling

Di sini kita akan mengatur styling Snippet dan menambahkan styling sesuai penempatannya dalam layout. Sehingga ketika terjadi perubahan posisi snippet maka penambahan styling menjadi lebih minimal.

Usability Testing

Sebuah website dapat diakses melalui browser, handphone, PSP,  TV dan media lainnya sehingga dibutuhkan sebuah fitur yang dapat mempermudah akses ke website yang kita buat.

SEO

Untuk dapat mudah terindex oleh mesin pencari seperti Google, Yahoo, Bing dan mesin pencari lainnya maka dibutuhkan trik Search Engine Optimization sehingga website yang telah kita buat dapat dicari dengan mudah.

Crossbrowsing

Istilah Cross Browser sebenarnya tidak diperlukan karena adanya perbedaan layout engine di tiap browser bahkan sistem operasi sehingga istilah yang lebih tepat adalah Multi-Browser. Seperti yang kita pahami bersama, dalam fase ini kita akan memastikan tampilan website yang telah kita buat memiliki kesamaan tampilan. Dengan memahami kekurangan yang dimiliki browser-browser versi lama maka kita paham browser tersebut akan mengalami degradasi fitur. Sehingga pada awal styling kita harus menerapkan styling yang mensupport browser lama terlebih dulu baru kemudian menambahkan fitur yang didukung oleh browser terbaru, maka user tidak harus mengupgrade browsernya terlebih dulu untuk dapat melihat website kita.

Templating

Dengan menguasai fase-fase sebelumnya maka kita akan dengan mudah menerapkan sistem templating yang didukung oleh berbagai macam CMS yang ada seperti Wordpress, Joomla, FrogCMS, WHMCS, bahkan PHP Framework seperti Code Igniter, CakePHP, Smarty, Zend Framework, dll.

Dalam lain kesempatan, Rio akan membahas masing-masing bagian di atas secara lebih detail. Buat teman-teman yang belum paham dengan istilah-istilah yang terdapat dalam tulisan ini bisa bertanya langsung.