This simple plugin can turn QuickPress in WordPress Dashboard into fullscreen when expanded. What this plugin do is add small amount of css overide so the container fits the whole window, but not the Toolbar.
Download QuickPress Fullscreen from WordPress.org : http://bit.ly/quickpressfull
]]>
Sejak awal terbentuknya medium kolaborasi 80tasks, banyak sekali kolaborasi-kolaborasi yang terjadi. Mungkin karena medium ini berupa blog, jadi kurang nyaman untuk berinteraksi dan banyak yang lebih nyaman menggunakan twitter sebagai medium. Namun hal itu tidak menjadi masalah di manapun atau apapun medium yang kita gunakan, kita dapat memulai berkolaborasi tanpa harus terbatasi oleh medium.
Dari diri Rio pribadi jadi mengenal banyak desainer dan coder handal melalui medium ini dan banyak terbantu dengan bekerjasama dalam project yang saat ini sedang ditangani.
Kemudian, beberapa rekan banyak yang mulai berkolaborasi antara desainer dengan programmer, berikut beberapa yang Rio tahu :
Namun juga tidak selalu berhubungan dengan kolaborasi yang bersifat pekerjaan tapi juga ada waktunya kita untuk berinteraksi, bersosialisasi offline,
Di bulan Oktober ini akan ada beberapa event yang menarik mengenai dunia web, berikut beberapa di antaranya :
Para developer web mulai dari designer hingga programmer telah mendokumentasikan snippet-snippet ini dengan sangat antusias. Berikut beberapa diantaranya :
Dan masih banyak snippet-snippet yang dikategorikan berdasarkan bahasa pemograman bahkan berdasarkan CMS.
Begitu banyaknya snippet siap pakai tersebut namun dikarenakan banyaknya jumlah snippet yang ada dan dokumentasi yang kurang lengkap dan tidak adanya dukungan bahasa lokal membuat usaha ekstra untuk mempelajari snippet-snippet tersebut untuk dapat diimplementasikan ke dalam project kita saat ini.
Ada keinginan untuk membuat sebuah website yang berisi snippet berbahasa Indonesia dan mudah untuk dipelajari serta menggunakan konsep best practices coding. Dan sudah ada langkah awal mengenai hal ini dengan membangun sebuah situs bernama 80tasks – http://80tasks.com/.
Langkah selanjutnya diperlukan kerjasama dari developer untuk ikut berkontribusi memonitor kualitas coding di 80tasks agar 80tasks ini dapat menjadi sumber referensi snippet yang handal.
]]>Ikutan acara FOWAB ngomongin topik Creative IT oleh pembicara-pembicara dari Thinkroom, Ravewarior dan Ruang Freelance.
Yang pasti akan banyak para geek Bandung yang datang termasuk para coder, desainer dan project manager. Manfaatkan kesempatan ini untuk memperluas network, menjalin partnership, bertatap langsung dengan para geek se-Bandung!
Sampai ketemu di Common Room! Monitor perkembangan terbarunya dengan mem-follow @fowab
*Main bolanya batal Bud!
]]>HTML merupakan bahasa markup/teks yang dikenali browser. Seperti yang kita pahami bersama CSS bertugas mengatur styling konten sebuah HTML. Sebelum kita bisa mengatur style dengan CSS, kita perlu membuat halaman HTML sebagai media styling kita.
Ada beberapa versi HTML dan versi terbaru saat ini adalah HTML versi 5. HTML 5 ini memiliki doctype yang sangat sederhana dan penamaan tag baru berdasarkan area yang sering kita gunakan dalam melayout halaman web seperti header, nav, menu, article, aside, footer dan lainnya.
Setiap meningkatnya versi maka akan ada penambahan fitur baru yang membuat proses kerja menjadi lebih sederhana. Sehingga untuk mempercepat proses kerja, sudah saatnya kita menggunakan HTML 5 dan dapat dipastikan browser-browser modern saat ini sudah mendukungnya terutama browser-browser yang mendukung Web Standards.
<!doctype html> <html> <head> <meta charset="UTF-8"> <title>Contoh HTML 5</title> </head> <body> <article> <p>Paragraf di sini.</p> </article> <aside> <p>Bagian sidebar</p> </aside> <footer> <p>Bagian footer</p> </footer> </body> </html>
Penentuan doctype yang sangat simpel dan penggunaan tag yang sesuai konteks membuat proses development menjadi kian mudah. Penggunaan tag-tag baru ini mengurangi penggunaan tag <div> dalam men-styling elemen-elemen yang sering ada pada sebuah layout web seperti <header>, <article>, <aside>, <footer> dan tag lainnya sesuai elemen yang ingin di-styling.
Sampai saat ini beberapa HTML editor belum menyediakan validator internal dalam software-nya, termasuk DreamweaverTM CS4 sehingga kita memerlukan bantuan validator online seperti http://validator.w3.org/. Berbeda dengan TopStyleTM 4 yang sudah mendukung validator internal meski prosesnya tetap online, sehingga kita harus terhubung dengan internet jika ingin menggunakan validator internal-nya.
]]>